Presiden Prabowo Ungkap Alasan Larang Penjualan BUMN Industri Pertahanan ke Pihak Asing
- https://www.antaranews.com/berita/5644676/industri-pertahanan-ri-pernah-ingin-dijual-prabowo-saya-larang
Lombok Barat, VIVA Mindset – Dalam sebuah pidato resmi saat peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, Presiden Prabowo mengungkap fakta mengejutkan terkait kondisi BUMN khususnya untuk sektor industri pertahanan yang hampir dijual ke pihak asing.
“Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang seolah-olah, tadinya mau dijual ke asing, saya larang!” jelasnya dalam pidato di Lombok, Jumat, 10 Juli 2026 dikutip dari Antara News.
Menurut penuturannya, beberapa BUMN strategis yang sempat masuk dalam daftar target penjualan untuk dilepas ke pihak asing, yakni PT PAL Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
“Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dibunuh mau dijual,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo turut mengungkap alasan penjualan BUMN industri pertahanan ke pihak asing tersebut karena terkait dengan upaya pihak tertentu demi mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar melalui skenario penjualan aset.
Namun, rencana tersebut berhasil digagalkan bahkan Presiden Prabowo melarang keras karena tidak rela dan menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki tata kelola BUMN tersebut di bawah kepemimpinannya demi kemandirian industri pertahanan nasional.
“Kita bangkitkan! Sekarang, kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, komitmen pemerintah dalam membenahi BUMN industri pertahanan tersebut melalui berbagai cara, yakni dengan pembenahan manajemen, membersihkan praktik korupsi, dan meningkatkan performa perusahaan untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain di kancah global.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo pun turut mengungkap selama dirinya menjabat sebagai Menteri Pertahanan periode 2019-2024, beberapa perusahaan berpelat merah yang sempat dan hampir ingin dijual ke asing kini telah bertumbuh dan berkembang pesat.
Presiden Prabowo menuturkan bahwa pemblokiran rencana penjualan tersebut membuahkan hasil positif dengan capaian baik sebagai upaya pemerintah dalam mempertahankan aset negara tersebut.
Presiden Prabowo menyinggung kapabilitas PT PAL Indonesia yang terus berkembang dan tidak hanya mampu memproduksi kapal-kapal perang canggih dengan kualitasnya yang diakui, tapi telah memiliki kemampuan kemandirian dalam membangun kapal selam.