Audiensi dengan RSUD Blambangan, GMNI Banyuwangi Kawal Komitmen Transparansi Pelayanan Kesehatan
- Dok. DPC GMNI Banyuwangi/ VIVA Mindset
Banyuwangi, VIVA Mindset – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi menggelar audiensi dengan jajaran manajemen RSUD Blambangan sebagai tindak lanjut atas surat permintaan klarifikasi yang sebelumnya disampaikan organisasi tersebut. Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dengan mengedepankan semangat perbaikan pelayanan publik di bidang kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut, GMNI Banyuwangi menyampaikan sejumlah masukan terkait pentingnya transparansi pelayanan rumah sakit, khususnya mengenai rincian biaya layanan ambulans yang sebelumnya menjadi perhatian organisasi. Audiensi menjadi ruang dialog untuk mencari solusi dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Anggraeni, M.MRS., menegaskan bahwa rumah sakit berkomitmen mengedepankan pelayanan kepada pasien sebagai prioritas utama. Pihaknya juga memastikan akan melakukan pembenahan pada kwitansi layanan ambulans dengan menambahkan rincian biaya agar lebih transparan dan mudah dipahami masyarakat.
"Komitmen kami adalah mengedepankan pelayanan kepada pasien. Terkait masukan yang disampaikan dalam audiensi ini, kami juga akan menyempurnakan kwitansi layanan ambulans dengan menambahkan rincian biaya sehingga masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas dan transparan," ujar dr. Siti Asiyah Anggraeni
Salah satu hasil konkret dari audiensi tersebut adalah komitmen RSUD Blambangan untuk melakukan penyempurnaan bukti pembayaran atau kwitansi layanan ambulans. Ke depan, setiap kwitansi akan memuat rincian komponen biaya secara lebih lengkap sehingga masyarakat dapat mengetahui dasar pengenaan biaya secara jelas, terbuka, dan akuntabel.
Ketua DPC GMNI Banyuwangi, Vingky Dwi Putra, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk itikad baik yang patut diapresiasi. Menurutnya, transparansi administrasi pelayanan bukan hanya memberikan kepastian kepada masyarakat sebagai pengguna layanan, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan kesehatan.
"Sejak awal, tujuan kami bukan mencari kesalahan, melainkan memastikan pelayanan publik berjalan semakin baik. Kami mengapresiasi komitmen RSUD Blambangan yang bersedia membenahi sistem administrasi dengan menambahkan rincian biaya pada kwitansi layanan ambulans. Ini merupakan langkah nyata yang berpihak kepada masyarakat," ujar Vingky.
Ia menambahkan bahwa GMNI Banyuwangi memandang kritik dan pengawasan yang dilakukan organisasi mahasiswa harus berorientasi pada solusi. Karena itu, audiensi dipilih sebagai ruang dialog agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara terbuka dan menghasilkan perbaikan yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.