SABDA AI AISNU Jawa Timur Bekali Santri dan Media Pondok dengan Keterampilan Video AI

SABDA AI AISNU Jawa Timur Bekali Santri dan Media Pondok dengan Keterampilan Video AI
Sumber :
  • Dok. AISNU Jawa Timur/ VIVA Mindset

Blitar, VIVA Mindset – Upaya meningkatkan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan pesantren terus dilakukan. Melalui program SABDA AI (Santri Berdaya dengan Artificial Intelligence) yang diinisiasi AISNU Jawa Timur, para santri, santriwati, serta tim media pondok mendapatkan pelatihan pembuatan video berbasis AI sebagai bekal menghadapi era transformasi digital.

img_title Penguatan Ekonomi Rumah Tangga Terdampak Efisensi Melalui Inovasi Teknologi Dan Manajemen Usaha Ladrang Maniskoe di Kab

Pelaksanaan perdana program ini berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidzil Qur'an (PPTQ) Mamba'ul Hikam Al Ma'unah, Blitar, dengan diikuti sekitar 75 peserta yang terdiri dari santri, santriwati, dan pengelola media pesantren. Kegiatan ini juga disupport oleh brand Kahf

Pengurus AISNU Jatim, Geofani Eko Priyantama, mengungkapkan bahwa program SABDA AI ini dihadirkan sebagai langkah strategis organisasi menjelang agenda besar mereka. Pelatihan ini juga menjadi bekal penting dalam rangkaian *roadshow yang sedang dijalankan.

img_title AISNU Jatim Perluas Program SABDA AI, Guru TK hingga SMP di Lamongan Dibekali Literasi Artificial Intelligence

"Program SABDA AI ini ditujukan untuk melengkapi program akhir sebelum pelaksanaan Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) pada bulan Agustus mendatang. Akan ada beberapa safari SABDA AI yang dilaksanakan, dimulai dari Blitar hingga nantinya akan ditutup di kota Surabaya," ujar Geofani dalam keterangannya.

Pelatihan menghadirkan Fahmi Adimara, Founder Bumi Saga Studio, sebagai Trainer Video AI Jawa Timur. Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai teknologi AI yang dapat dimanfaatkan untuk proses produksi konten video, mulai dari penyusunan ide, pembuatan naskah, pembuatan visual, hingga proses editing yang lebih efektif dan efisien.

img_title Duta Muda Sidoarjo 2026 Berikan Apresiasi kepada RSI Siti Hajar sebagai Official Medical Partner

Selain mempelajari aspek teknis, peserta juga diajak memahami pentingnya penggunaan AI secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, teknologi AI diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat dakwah digital dan penyebaran informasi positif dari lingkungan pesantren.

Fahmi Adimara menjelaskan bahwa AI bukanlah pengganti kreativitas manusia, melainkan alat yang mampu mempercepat proses berkarya apabila digunakan dengan tepat.

"Santri memiliki potensi besar menjadi kreator konten yang mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan inspiratif. Melalui AI, proses produksi konten menjadi lebih cepat, namun kreativitas, akurasi, dan etika tetap harus menjadi prioritas utama," ujar Fahmi Adimara.

Halaman Selanjutnya
img_title