Mencapai Rp1.656 Triliun, Menkeu Laporkan Belanja Negara pada Semester I Tahun 2026

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan belanja negara pada Semester I Tahun 2026 sejumlah Rp1.656 triliun.
Sumber :
  • https://www.viva.co.id/foto/1911693-di-hadapan-dpr-purbaya-laporkan-belanja-semester-i-2026-tembus-rp-1656-triliun

Jakarta, VIVA Mindset – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan belanja negara pada Semester I Tahun 2026 sejumlah Rp1.656 triliun atau tumbuh 1,52 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

img_title Penyesuaian Harga oleh Pertamina, Berikut Harga BBM Terbaru

Hal ini disampaikan dalam rapat anggaran bersama Badan Anggaran, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

“Belanja pusat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi pada semester I tahun 2026 utamanya untuk pembayaran subsidi dan kompensasi, THR pensiunan, dan pensiunan ke-13,” ujar Purbaya dalam rapat anggaran di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2026 yang dilansir dari VIVA News.

img_title Menunjukkan Pelemahan, Bank Indonesia Diminta Jaga Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa capaian tersebut setara dengan 43,1 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Menurut Purbaya, belanja pusat tercatat mencapai Rp1.296,8 triliun dengan serapan 41,2 persen dari pagu APBN alias tumbuh 29,4 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

img_title Game Offline Android Terbaik Ukuran Kecil Hemat Memori

Sementara itu, porsi dari belanja pusat untuk gaji aparatur sipil negara (ASN) dan tunjangan hari raya (THR) serta gaji ke-13 dengan belanja nonkementerian/lembaga sejumlah Rp639,7 triliun.

Purbaya juga menjelaskan kemungkinan defisit APBN tahun 2026 mencapai Rp734,3 triliun atau sekitar 2,85 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia berusaha untuk menjaga defisit APBN agar tetap berada di bawah 3 persen pada tahun 2026.

Purbaya pun memastikan pertumbuhan ekonomi tetap membaik untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika global pada beberapa waktu terakhir.