Kemhan Ubah Metode Latsarmil SPPI Usai 5 Peserta Calon Manajer Koperasi Meninggal Dunia
- https://www.kemhan.go.id/2026/06/27/kemhan-tegaskan-komitmen-menhan-ri-evaluasi-program-sppi-dan-utamakan-keselamatan-peserta.html
Jakarta, VIVA Mindset – Kemhan mengungkap pihaknya akan melakukan evaluasi total usai meninggalnya 5 peserta calon manajer koperasi dalam Latsarmil SPPI KDMP dan KNMP.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait penyelenggaraan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang digelar di Kantor Kemhan, Jakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Disampaikan bahwa pelaksanaan Latsarmil SPPI tersebut melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak mulai dari lembaga pemerintahan serta kementerian.
Dalam skema tersebut, pelaksanaan Latsarmil SPPI menjadi tugas khusus bagi Kemhan yang diselenggarakan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
Kepala BPSDM Han Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengkonfirmasi dalam konferensi pers tersebut, bahwa program latsarmil menjadi pelatihan yang wajib diikuti oleh para calon manajer KDMP dan KNMP untuk pembentukkan karakter sebelum bertugas di masyarakat.
“Seluruh peserta mengikuti program secara sukarela serta telah memahami bahwa pembentukkan karakter melalui Latihan Bela Negara merupakan salah satu tahapan wajib dalam rangkaian program tersebut,” jelas Kepala BPSDM Han Kemhan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026, mengutip Biro Infohan Setjen Kemhan.
Disebutkan bahwa program Latsarmil tersebut kini telah dilakukan evaluasi total buntut wafatnya 5 peserta saat pelatihan khususnya dalam aspek kesehatan untuk mengetahui kondisi fisik peserta hingga menyesuaikan porsi latihan.
“Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan,” ujar Kepala BPSDM Han Kemhan dalam Antara News saat jumpa pers di Jakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Tak hanya dalam aspek kesehatan, pihak Kemhan pun akan melakukan evaluasi dalam segi pemberian materi.
“Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan,” tambahnya.
Dilansir dari Antara News, 5 calon manajer koperasi yang meninggal dunia tersebut, antara lain:
- Anisa Muyassaroh dari Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan akibat heat stroke atau sengatan panas ekstrem saat menjalani pelatihan
- Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami cardiac arrest atau henti jantung
- Novia Rahmadhani Sihotang dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta terkait dengan penyakit Tuberkulosis (TB)
- Rifki Renaldi Gunawan dari Satdik Yon Parako 465, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur
- Nola Dya Sari meninggal dunia saat mengikuti latsarmil di Kalimantan