Belasan Oknum TNI-Polri Terjaring Opsgaktib dalam Razia THM di Surabaya
- https://www.tnial.mil.id/berita/91166/POMAL-KODAERAL-V-BERSAMA-KEPOLISIAN-MILITER-GABUNGAN-LAKSANAKAN-OPS-GAKTIB-TA.2026-DI-WILAYAH-SURABAYA/
Surabaya, VIVA Mindset – Polisi Militer TNI AL (POMAL) Kodaeral V menggelar Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) Tahun Anggaran 2026 di wilayah Surabaya.
Operasi tersebut fokus pada penyisiran berbagai Tempat Hiburan Malam (THM) dengan melibatkan sebanyak 75 personel gabungan dari POMAL Kodaeral V, POMAD, POMAU, Propam Polri, BNN, dan Satpol PP.
Opsgaktib yang dilakukan di Surabaya tersebut berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 22.00 WIB hingga Minggu, 21 Juni 2026 pukul 02.45 WIB dini hari.
Sebelum melakukan penyisiran THM, seluruh personel yang ditugaskan mengikuti apel pengecekan dan kelengkapan terlebih dahulu di Mako POMAL Kodaeral V dan dipimpin langsung oleh Danpom Kodaeral V Kolonel Laut (PM) Andre Thomas Alexander.
Operasi yang berlangsung selama lima jam tersebut, menyasar pada personel TNI, Polri, ASN, dan warga sipil yang diduga melakukan pelanggaran hukum baik dengan kepemilikan senjata tajam (sajam) maupun penyalahgunaan narkotika.
Menurut Danpom Kodaeral V, operasi ini menjadi bagian dari upaya penegakkan disiplin internal bagi setiap prajurit untuk berlaku dan menghindari tempat-tempat terlarang yang tidak sesuai dengan ketentuan bagi institusi TNI, khususnya TNI AL.
“Operasi ini juga menjadi upaya penegakkan disiplin internal guna memastikan setiap prajurit mematuhi ketentuan yang berlaku dan menghindari aktivitas di tempat-tempat yang dilarang tanpa izin,” jelas Danpom Kodaeral V dalam keterangannya pada Minggu, 21 Juni 2026, mengutip tvOnenews.
Diketahui, 9 THM yang disasar mencakup bar, lounge, karaoke, hingga tempat billiar di sudut Surabaya, yakni BV Luxury Bar & KTF, Alexza Club dan KTF, KTF Suka-Suka, Shamrock Kitchen & Bar, Mantis Bar & Lounge, Galaxy Poll & Karaoke, Roots Café & Bar, Camden Bar, dan Shelter Surabaya.
Dalam pelaksanaan razia, petugas gabungan tersebut berhasil mendapati 14 oknum TNI dan Polri yang berada di THM tersebut.
Kemudian, petugas gabungan menegaskan seluruh personel yang terjaring razia akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan dan kewenangan di masing-masing institusi.
“Personel yang terjaring dalam operasi tersebut akan diproses sesuai ketentuan dan kewenangan masing-masing institusi. Anggota TNI ditangani oleh Polisi Militer dari matra masing-masing, anggota Polri ditangani Propam Polri,” tegasnya.