Polri dan PBB Bersinergi Perkuat Misi Perdamaian Dunia
- https://mediahub.polri.go.id/in/image/detail/444438-polri-perkuat-kesetaraan-gender-dan-peran-polwan-di-misi-perdamaian-dunia-melalui-pbb
Jakarta, VIVA Mindset – Polri kembali menunjukkan peran aktifnya di kancah internasional melalui penguatan kerjasama bersama PBB dalam mendukung misi perdamaian global, khususnya dalam memastikan standar keselamatan tinggi pada personelnya yang bertugas di wilayah konflik.
Pada Senin, 20 April 2026, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo beserta jajaranya menerima kunjungan delegasi United Nation Police Division (Divisi Kepolisian PBB) yang dipimpin oleh United Nation Police Adviser, Faisal Shakar bersama Hai Nguyen, dan Mehmet Ata Yeginun, di Ruang Perjamuan Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta.
Dilansir dari Antara News, pertemuan ini menjadi kunjungan ketiga delegasi PBB ke Indonesia serta menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dunia internasional terhadap profesionalisme Polri. Dengan adanya pertemuan ini, Wakapolri pun memberikan apresiasi mendalam atas kepercayaan PBB pada Polri dalam mendukung misi perdamaian dunia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga Polri dapat terus berkontribusi aktif dalam misi perdamaian dunia, baik melalui pengiriman personel maupun peningkatan sumber daya manusia,” ujar Wakapolri.
Isu keselamatan (safety and security) personel menjadi poin pembahasan penting dalam pertemuan ini. Polri pun menegaskan bahwa keselamatan anggota di lapangan menjadi prioritas utama.
Misi lainnya antara PBB dan Polri mengingat tantangan di wilayah tugas seringkali berbahaya, antara lain:
- Dengan memperkuat koordinasi untuk merespons ancaman di wilayah misi
- Meningkatkan kapasitas, di mana polri tengah berencana untuk menyelenggarakan Annual FPU Commanders Workshop (pada 20-24 april 2026) dan mengikuti Annual Commanders Strategic Course (bulan juli) sebagai upaya sistematis dalam meningkatkan pasukan yang lebih adaptif, professional, serta siap siaga terhadap konflik dinamis untuk misi internasional
- Peninjauan berkala terhadap SOP dan evaluasi standar operasional untuk meminimalisir risiko bagi para personel di wilayah konflik
Kontribusi Polri di lapangan lainnya, yakni dengan menugaskan 140 personel Formed Police Unit (FPU) pada misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah dan 51 personel Individual Police Officer (IPO) yang tersebar dalam lima misi, yaitu 14 personel MINUSCA (Afrika Tengah), 19 personel UNMISS (Sudan Selatan), 9 personel MONUSCO (Republik Demokratik Kongo), 6 personel UNFICYP (Siprus), serta 3 personel UNISFA (Abyei).
“Kami akan terus mengembangkan dan memperkuat kerja sama ini guna meningkatkan kontribusi bersama dalam misi perdamaian dunia,” terangnya.
Atas kontribusi ini, pimpinan United Nation Police Adviser, Faisal Shakar pun menyatakan apresiasinya serta menekankan bahwa Indonesia menjadi salah satu kontributor pasukan kepolisian terbesar dan paling berpengaruh hingga kerja sama ini merupakan lanjutan dari Cooperation Action Points yang telah ditandatangani pada 26 Juni 2024 di New York.
Polri optimis melalui pertemuan ini kerjasama dengan PBB akan fokus pada pengembangan penguasaan teknologi kepolisian dan penguatan peran polisi untuk misi perdamaian dunia.
“Keselamatan personel adalah prioritas utama. Kami berharap melalui kerja sama yang semakin erat dan berkelanjutan, tidak ada lagi korban jiwa di kalangan penjaga perdamaian dunia,” jelas Wakapolri.
Penguatan kerjasama Polri dan PBB ini menjadi pilar penting yang memposisikan Indonesia untuk misi perdamaian dunia, diikuti dengan memprioritaskan keselamatan personel dan peningkatan kapasitasnya ke unit level lebih tinggi sebagai komitmen Polri untuk kemanusiaan global dan stabilitas internasional sehingga semakin solid, adaptif, profesional, dalam memenuhi standar operasional PBB.
Selain itu, United Nation Police Adviser, Faisal Shakar pun menyampaikan dengan peningkatan keterwakilan perempuan dan membuka pelatihan kepemimpinan Female Commander Training sebagai prioritas utama dalam misi perdamaian dunia ini.
“Kami mendorong peningkatan keterwakilan perempuan, termasuk pada posisi senior terhadap leadership dalam misi PBB. Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih jauh dalam hal ini,” ujar Faisal Shakar.