Working Mom Tetap Dekat dengan Anak, Ini Caranya!

Working mom tetap bonding dengan anak
Sumber :
  • https://www.parents.com/parenting/work/life-balance/working-mothers-vs-stay-at-home-moms/

Parenting, VIVA Mindset – Menjadi working mom bukan hal yang mudah. Di satu sisi ada tanggung jawab pekerjaan, di sisi lain ada keinginan untuk selalu hadir bagi anak. Waktu yang terbatas sering membuat ibu merasa kurang maksimal mendampingi tumbuh kembang anak. Padahal, kebersamaan tidak selalu soal durasi, tetapi tentang kualitas waktu yang diberikan. Dengan pengaturan yang tepat, working mom tetap bisa membangun kedekatan dengan anak.

Saat ini banyak ibu yang galau apakah melepas pekerjaannya untuk membersamai anak atau tetap meneruskan pekerjaannya dan merelakan mengurangi waktunya dengan anak. Hal ini seringkali menjadi pilihan yang sulit, terutama jika itu berkaitan dengan finansial maupun bentuk aktualisasi diri. Apapun pilihannya, setiap ibu tentu memiliki pertimbangan masing-masing tanpa saling menghakimi satu sama lain serta selalu ingin yang terbaik untuk anaknya.

Dikutip dari Journal of Southeast Asian Communication, komunikasi berperan penting dalam membangun kelekatan antara hubungan pribadi ibu dengan anak. Komunikasi berperan penting dalam teori kelekatan (attachment theory). Terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan oleh working mom agar tetap dekat dengan anak:

1.      Membangun komunikasi yang baik dan anak

Komunikasi adalah hal penting bagi working mom, karena waktu yang dimiliki secara fisik lebih terbatas dibandingkan dengan ibu yang lebih banyak di rumah. Melalui komunikasi yang hangat dan konsisten, hubungan emosional antara ibu dan anak tetap bisa terjaga dengan baik sehingga anak tetap merasa dekat dengan ibunya dan nyaman bercerita dengan ibu.

2.      Melibatkan anak dalam segala aktivitas

Pada saat di luar jam kerja ibu bisa melakukan beberapa aktivitas rutin bersama anak untuk terus menjalin kedekatan dengan anak. Hal ini meliputi aktivitas rutin anak, tugas domestik, pekerjaan ibu, maupun waktu keluarga. Sebagai contoh anak dilibatkan dalam proses distribusi barang agar memahami pekerjaan ibu. Anak juga terkadang diajak ibu ke tempat kerja sehingga memahami apa yang dilakukan ibu saat bekerja.

3.      Menyempatkan bermain bersama anak

Hal ini bisa dilakukan sebagai aktivitas rutin seperti saat sebelum berangkat dan saat pulang kerja, fokuskan saat bermain dengan anak tanpa segala bentuk gangguan seperti handphone dan lainnya.