5 Alasan Pentingnya Si Kecil Mendapatkan Tidur Siang yang Baik
- https://unsplash.com/photos/a-small-child-sleeping-under-a-blanket-on-a-bed-X4rGhYGazKs
Parenting, VIVA Mindset –Tidur siang memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung tumbuh kembang anak. Banyak orang tua yang fokus pada tidur di malam hari saja. Padahal, tidur siang anak juga sama pentingnya untuk anak. Memahami kebutuhan waktu tidur siang dan manfaatnya akan membantu orang tua mendukung pola tidur yang baik untuk anak.
Durasi Tidur yang Baik untuk Anak
Sebelum mengetahui manfaat tidur siang, penting bagi orang tua untuk memahami kebutuhan tidur anak berdasarkan usia mereka. Berikut saran total waktu tidur harian anak, termasuk durasi tidur siang mereka.
- Bayi baru lahir usia 0–3 bulan membutuhkan sekitar 14–17 jam tidur per hari.. Pada usia ini, tidur berperan penting dalam mendukung pertumbuhan pesat dan perkembangan otak.
- Bayi usia 4–12 bulan membutuhkan 12–16 jam tidur per hari. Pola tidur mulai lebih teratur, biasanya dengan 2–4 kali tidur siang setiap hari.
- Balita usia 1–2 tahun membutuhkan 11–14 jam tidur per hari dengan 1–2 kali tidur siang. Konsistensi jadwal tidur sangat penting agar ritme harian anak tetap stabil.
- Usia prasekolah usia 3–5 tahun membutuhkan 10–13 jam tidur per hari. Jika anak sudah jarang tidur siang, pastikan kebutuhan tidur malam hari mereka cukup.
Manfaat Tidur Siang untuk Anak
Setelah memahami durasi tidur yang ideal, orang tua dapat melihat bagaimana tidur siang anak memberikan dampak positif bagi tubuh dan perkembangan mereka. Berikut lima manfaat tidur siang bagi anak.
- Mendukung Pertumbuhan Anak
Saat tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang berperan dalam memperbaiki jaringan dan membantu perkembangan fisik anak. Tidur siang memberi jeda tambahan bagi tubuh untuk melakukan regenerasi, sehingga anak dapat tumbuh lebih optimal, terutama pada masa usia dini ketika tubuh sedang aktif berkembang.
- Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat
Otak anak bekerja keras sepanjang hari untuk menerima dan memproses informasi baru. Tidur siang membantu “merapikan” memori dan menyegarkan kembali fungsi otak, sehingga aktivitas belajar, bermain, dan interaksi sosial menjadi lebih mudah dipahami. Anak pun lebih siap untuk fokus dan menerima informasi baru setelah bangun tidur.