Momen Balita yang Bikin Seru Hidupmu
- https://pixabay.com/id/photos/piknik-berkemah-ibu-dan-anak-6957292/
Parenting, VIVA Mindset –Masih ingatkah kamu saat buah hatimu lahir? Sungguh menyenangkan, bukan? Hari berlalu seperti sekejab. Buah hatimu pun tumbuh dengan cepat.
Dilansir dari @parentinganaku di Instagram, punya balita itu memang penuh tantangan, tapi juga banyak bahagianya. Seringkali kamu merasa lelah dan bingung menghadapi tingkah laku balita yang tidak terduga. Namun di sisi lain, momen-momen kecil bersama anak balita terasa sangat berharga.
1. Masa Balita: Lebih dari Sekadar Tantangan, Penuh Keajaiban!
Siapa sangka, memiliki anak balita bisa bikin moodmu naik turun dengan cepat. Satu hari, kamu mungkin merasa kewalahan karena harus mendengar teriakan "GAK MAU!" berkali-kali. Atau setiap kali keluar rumah, tanganmu pegal karena si kecil minta digendong terus.
Tapi di hari lain, kamu akan dibuat takjub oleh ide-ide unik mereka yang tak terduga. Bisa juga saat mereka dengan berani menjelajahi hal-hal baru di sekitar mereka. Rumahmu mungkin berubah jadi taman bermain mini dengan mainan berserakan. Tapi bukankah itu tanda bahwa mereka sedang belajar dan bertumbuh?
2. Momen-Momen Manis Bersama Balita
Momen paling manis mungkin saat si kecil menarik tanganmu sambil membawa buku kesayangannya. Dia memintamu membacakannya lagi dan lagi. Atau saat mereka bersikeras memilih bajunya sendiri. Anak mau menunjukkan kalau dia mulai mandiri.
Semua momen ini, baik yang melelahkan maupun yang membahagiakan, adalah bagian dari petualangan mengasuh anak. Meski banyak duka dan lelahnya, rasa senang yang kamu dapatkan saat melihat mereka berkembang akan menghapus semua rasa itu.
3. Memori Si Kecil Itu Unik, Lho!
Sering dengar orang bilang kalau mengajak anak batita (bayi di bawah tiga tahun) berlibur itu sia-sia karena mereka tidak akan ingat apa-apa? Sebagian orang bahkan menyarankan untuk menunda liburan sampai anak besar. Benarkah begitu?
Ternyata, anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Menurut ibudanbalita.com, para ahli psikologi menyatakan bahwa memori anak sudah mulai terbentuk sejak ia berusia dua tahun. Memori mereka mungkin tidak sama dengan orang dewasa, tapi bukan berarti mereka tidak mengingat apa-apa.