Picky Eating pada Anak Sebenarnya adalah Kecemasan
- Photo by Mikhail Nilov: https://www.pexels.com/photo/a-girl-does-not-want-to-eat-vegetables-8119991/
Ketika anak-anak merasa dipaksa untuk berinteraksi dengan makanan yang sudah terasa mengancam, sistem saraf mereka dapat beralih ke respons lari, lawan, atau membeku. Dalam keadaan itu, rasa ingin tahu dan pembelajaran terhenti. Alih-alih menjadi lebih mau mencoba makanan baru, banyak anak menjadi lebih menolak.
Menggeser Narasi
Dalam terapi makan, tujuan kita bukan sekadar membuat anak-anak makan lebih banyak makanan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan hubungan mereka dengan makanan dan kepercayaan diri mereka dalam mencoba hal-hal baru. Langkah pertama seringkali adalah membantu mereka merasa aman di sekitar makanan lagi.
Kita terkadang memulai jauh dari makan. Anak-anak mungkin mulai dengan menjelajahi makanan baru, menyentuhnya, menciumnya, memasaknya, atau bermain permainan makanan. Langkah-langkah ini mungkin tampak kecil pada awalnya, tetapi memungkinkan anak-anak untuk belajar dan menjelajahi makanan tanpa tekanan. Seiring mereka merasa lebih nyaman, mereka sering kali akhirnya memperluas eksplorasi mereka terhadap makanan tersebut secara alami.
Seorang anak yang pernah menolak untuk makan wortel mungkin pertama kali menyentuhnya melalui permainan. Kemudian, mereka mungkin merasa nyaman menjilatnya atau menggigit sedikit. Kemajuan sering terjadi secara bertahap, dan setiap tahap membangun kepercayaan diri.
Yang sama pentingnya, orang tua mempelajari strategi yang mendukung lingkungan yang tidak terlalu menekan di rumah. Ini mungkin termasuk menyajikan satu makanan favorit bersama dengan makanan baru, menciptakan peluang untuk interaksi positif, dan membiarkan anak-anak memutuskan apakah akan mencicipi sesuatu atau tidak.
Membantu Picky Eater di Rumah
Orang tua dapat mendukung anak yang pilih-pilih makan dengan lebih fokus pada menciptakan pengalaman makan yang positif daripada seberapa banyak anak mereka makan.
Jaga agar waktu makan tetap teratur: Waktu makan dan camilan yang teratur membantu anak-anak merasa aman dan membantu menjadwalkan kesempatan makan agar sesuai dengan siklus lapar/kenyang mereka.
1. Ciptakan kesempatan tanpa tekanan: Sajikan makanan baru tanpa mengharuskan jumlah gigitan tertentu atau menawarkan hadiah.
2. Rayakan interaksi, bukan konsumsi: Menyentuh, mencium, atau menjilat makanan adalah kemajuan, meskipun mereka belum menggigitnya.