Dampak Terpengaruh Teman Sebaya pada Anak dan Cara Menghadapinya

Ilustrasi anak-anak bermain bersama dengan teman sebaya-nya
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/sekelompok-besar-anak-sekolah-bersenang-senang-di-alam-fokusnya-adalah-pada-latar-belakang-1eUkHl0rXug

Parenting, VIVA MindsetPeer pressure atau terpengaruh teman sebaya adalah keniscayaan dalam tumbuh kembang anak. Meski sering dikaitkan dengan hal negatif, tekanan dari teman juga bisa jadi dorongan positif, asal orang tua tahu cara membingkainya. Berikut penjelasan mengenai efek peer pressure dan langkah nyata agar anak tak mudah terbawa arus. Dikutip dari laman Parents.com tekanan ini bisa positif, seperti memotivasi anak untuk belajar giat, ikut kegiatan sosial, atau tampil lebih baik di sekolah. Tapi di sisi lain, bisa negatif: mendorong melakukan hal yang berisiko atau tidak sesuai nilai pribadi.

Tanda-Tanda Anak Terpengaruh oleh Teman Sebaya

Nah, orang tua perlu peka agar tahu kalau anak mulai terpengaruh oleh tekanan teman sebayanya. Beberapa pertanda yang bisa diperhatikan.

-          Perubahan sikap atau mood mendadak, misalnya anak jadi lebih pendiam, lebih sensitif, atau cepat marah.

-          Perubahan dalam pilihan teman atau kebiasaan, mulai ikut tren yang tidak cocok, gaya pakaian berubah drastis, atau suka menyembunyikan aktivitas mereka dari orang tua.

-          Prestasi sekolah atau motivasi belajar menurun karena fokus anak lebih ke “ingin ikut teman” daripada ke apa yang dia suka atau penting.

Manfaat Terpengaruh Teman Sebaya yang Positif

Meski sering dianggap buruk, tidak semua tekanan dari teman sebaya berdampak negatif. Dalam banyak kasus, pengaruh teman justru bisa menjadi dorongan positif yang membantu anak berkembang. Misalnya, anak bisa lebih termotivasi untuk ikut kegiatan sehat dan produktif seperti olahraga, seni, organisasi sekolah, hingga komunitas yang bermanfaat. Tekanan positif dari lingkungan pertemanan juga mendorong anak menjadi lebih disiplin, rajin, serta menumbuhkan kepedulian terhadap nilai-nilai sosial. Lebih dari itu, dukungan positif dari teman sebaya dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memberi inspirasi bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Cara Orang Tua Membantu Anak Menghadapi Pengaruh Teman

Berikut langkah-praktis yang bisa dilakukan orang tua agar anak punya pegangan kuat menghadapi tekanan sebaya.

1.      Bangun komunikasi terbuka sejak dini. Anak harus merasa aman menceritakan apa pun kepada orang tua  tanpa takut dimarahi atau dihukum. Hal ini akan membuat anak lebih mudah mengungkapkan kalau sedang ditekan oleh teman.