Menghadapi Tekanan Ujian Nasional dan Stres Akademik pada Anak
- https://www.google.com/imgres?q=Stres%20Akademik%20pada%20Anak&imgurl=https%3A%2F%2Fugm.ac.id%2
Kesehatan, VIVA Mindset –Ujian sering menjadi sumber tekanan bagi anak dan remaja. Mereka harus memahami materi, menyelesaikan latihan soal, mengatur waktu, dan menghadapi harapan orang tua. Jika tekanan berlangsung terus-menerus, anak dapat mengalami stres akademik yang mengganggu konsentrasi, tidur, dan semangat belajar.
Orang tua perlu memahami bahwa nilai ujian bukan satu-satunya ukuran kemampuan anak. Dukungan emosional, jadwal belajar yang teratur, dan lingkungan yang aman dapat membantu anak menghadapi ujian dengan lebih tenang.
Perlu diketahui, istilah Ujian Nasional juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan yang berlaku. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk SD dan SMP berfungsi memetakan kemampuan akademik, bukan menentukan kelulusan. Kebijakan ini menunjukkan pentingnya membedakan tujuan asesmen dari tekanan yang dirasakan anak.
Mengenali tanda stres akademik
Stres merupakan respons terhadap tuntutan yang dirasakan berat. Dalam kadar tertentu, rasa gugup dapat mendorong anak mempersiapkan diri. Namun, tekanan perlu diperhatikan ketika mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Tanda yang patut diwaspadai meliputi:
Sulit tidur atau sering terbangun pada malam hari.
Sakit kepala, sakit perut, atau mual sebelum ujian.
Mudah marah, menangis, atau merasa takut berlebihan.
Sulit berkonsentrasi dan mengingat materi.
Kehilangan minat belajar atau menghindari sekolah.
Terus-menerus merasa gagal meskipun sudah berusaha.
Gejala tersebut tidak selalu berarti anak mengalami gangguan mental. Keluhan fisik juga dapat memiliki penyebab medis lain. Jika keluhan menetap, semakin berat, atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan.
Dampak jangka panjang jika diabaikan
Stres akademik yang berat dan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, suasana hati yang buruk, rendahnya kepercayaan diri, serta penurunan motivasi belajar. Anak juga dapat mengalami kesulitan menjalin hubungan sosial ketika merasa harus selalu memenuhi tuntutan akademik.
Kurang tidur akibat belajar hingga larut malam dapat memperburuk perhatian, perilaku, dan kemampuan belajar. CDC menjelaskan bahwa kekurangan tidur pada anak dan remaja berkaitan dengan masalah kesehatan fisik dan mental serta prestasi akademik yang lebih rendah.