Memahami Gaya Belajar Anak: Visual, Auditorial, dan Kinestetik
- https://www.google.com/imgres?q=Gaya%20Belajar%20Anak&imgurl=https%3A%2F%2Fd1vbn70lmn1nqe.cloudfr
Kesehatan, VIVA Mindset –Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam memahami informasi. Ada anak yang senang melihat gambar, ada yang mudah mengikuti penjelasan lisan, dan ada pula yang lebih tertarik belajar melalui praktik. Perbedaan ini sering dijelaskan melalui konsep gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik.
Memahami perbedaan tersebut dapat membantu orang tua dan guru menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Namun, pendekatan ini perlu digunakan secara bijak. Anak tidak seharusnya dibatasi pada satu kategori karena kemampuan dan kebutuhannya dapat berubah sesuai usia, materi, dan pengalaman.
Mengenal tiga preferensi belajar anak
1. Visual: belajar melalui penglihatan
Anak yang menyukai informasi visual biasanya tertarik pada gambar, warna, diagram, peta konsep, dan demonstrasi. Orang tua dapat menggunakan ilustrasi, kartu bergambar, atau bagan untuk membantu menjelaskan materi.
Contohnya, konsep tata surya dapat diperkenalkan melalui gambar planet dan model sederhana.
2. Auditorial: belajar melalui pendengaran
Anak yang menyukai penjelasan lisan dapat terbantu melalui cerita, diskusi, tanya jawab, lagu, dan pengulangan materi dengan suara.
Misalnya, anak mempelajari bahasa baru melalui percakapan, pelafalan, dan cerita yang dibacakan.
3. Kinestetik: belajar melalui gerakan dan praktik
Anak yang menyukai aktivitas langsung dapat dilibatkan dalam eksperimen, permainan edukatif, menyusun balok, atau praktik sederhana.
Contohnya, anak memahami pecahan dengan membagi buah menjadi beberapa bagian, bukan hanya membaca penjelasan.
Ketiga pendekatan tersebut dapat dipadukan. Anak yang menyukai gambar tetap perlu berlatih mendengarkan dan melakukan praktik. Demikian pula, anak yang aktif bergerak tetap membutuhkan kegiatan membaca, menulis, dan berdiskusi.
Apa kata penelitian ilmiah?
Education Endowment Foundation (EEF), lembaga independen yang merangkum bukti penelitian pendidikan, menyatakan bahwa bukti berkualitas tinggi untuk pengelompokan siswa berdasarkan gaya belajar masih sangat terbatas. EEF juga memperingatkan bahwa pelabelan dapat mengurangi keyakinan anak terhadap kemampuannya sendiri.
Artinya, mengenali kesukaan anak tetap bermanfaat, tetapi bukan untuk menetapkan bahwa ia hanya mampu belajar dengan satu cara.
Guru sebaiknya memilih metode berdasarkan tujuan pembelajaran. Diagram membantu menjelaskan bentuk, diskusi mendukung pemahaman bahasa, sedangkan praktik memudahkan anak memahami proses tertentu.