Indonesia dan Mesir Perkuat Kemitraan dalam Pertahanan dan Industri Militer

Presiden Prabowo dan Presiden el-Sisi dalam Pertemuan di Jakarta
Sumber :
  • https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2026/10/11/4cc80b84-48bb-4de0-93a8-5a15d7668ed7.jpeg

Militer, VIVA Mindset – Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Mesir, pemerintah Indonesia dan Republik Arab Mesir resmi memperkuat kesepakatan dalam kemitraan sektor pertahanan dan industri militer.

Berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta pada Minggu, 11 Oktober 2026, pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Mesir pada tahun 2024 dan 2025.

“Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama khususnya di bidang industri pertahanan dan peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan latihan-latihan bersama serta pertukaran kunjungan antara pimpinan dan para pakar kita,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta pada Minggu, 11 Oktober 2026 mengutip antaranews.com.

Sejumlah nota kesepakatan (MoU) dalam pertemuan bilateral tersebut turut disepakati terkait dengan bidang diplomatik serta kelautan dan perikanan.

Dalam penandatanganan nota kesepakatan tersebut diwakili oleh Menlu RI, Arrmanatha Nasir dan Menlu Mesir, Badr Abdelatty tentang Rencana Aksi Kemitraan Strategis. Disaksikan pula oleh Presiden RI, Prabowo Subianto dan Presiden Mesir el-Sisi.

Adanya kunjungan pemerintah Mesir ke Indonesia turut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan terakhir Mesir ke Asia setelah Korea Selatan pada 6-9 Oktober dan Malaysia pada 9-10 Oktober 2026.

Lebih lanjut, penguatan kerja sama selain dalam pendidikan dan latma, kedua negara turut memperluas kolaborasi dengan mendorong pertukaran kunjungan pimpinan dan pakar di bidang pertahanan.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin turut buka suara terkait adanya penguatan kerja sama tersebut. Menurutnya, adanya hubungan Indonesia dan Mesir dalam bidang pertahanan dan industri militer ini diharapkan menjadi bagian dalam penguatan kekuatan militer kedua negara hingga memberikan banyak keuntungan bagi keduanya.

“Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan pertahanan kedua negara sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan,” jelas Menhan Sjafrie dalam keterangannya dilansir dari antaranews.com.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin pula turut menyambut kerja sama ini hingga diharapkan pula dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan latihan bersama tersebut dari pertukaran pengalaman dan keahlian.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan kolaborasi ini menjadi upaya bagi Indonesia dalam meningkatkan kualitas militer untuk ikut serta berkontribusi terhadap keamanan, pertahanan, dan stabilitas kawasan bagi regional maupun global.